Pemilukada Kaur yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2010 lalu terdapat banyaknya suara yang batal di berbagai TPS di Kaur. Hal ini menurut pantauan Bintuhan.info terjadi akibat banyaknya pemilih yang merasa kecewa terhadap janji pasangan cabup dan cawabup terhadap simpatisannya, ditambah dengan sistem pemungutan suara yang kembali menggunakan sistem pencoblosan, di mana banyaknya pemilih yang langsung mencoblos kertas suara tanpa membuka seluruh kertas sehingga membuat banyaknya lobang pada kertas suara.
Pilkada Kaur sebelumnya menggunakan berbagai sistem baru yang dilakukan oleh berbagai pasangan cabup dan cawabup, yaitu adanya janji akan memberikan sejumlah uang kepada calon pemilih dengan memberikan surat perjanjian. Konon kabar sebelumnya pernah dihembuskan oleh berbagai tim sukses pemenangan cabup dan cawabup tertentu akan memberikan uang saku yang lebih besar dibandingkan pasangan lainnya. Namun, setelah hari H akan tiba, janji yang telah ditunggu banyak pemilih tidak kunjung datang. Hal inilah yang membuat sebagian pemilih merasa kecewa dengan pasangan yang sebelumnya akan dipilih. Akibatnya pemilih bisa saja pindah pilihan hatinya terhadap calon lain yang bisa memanfaatkan situasi seperti ini.
Dengan berkurangnya rasa percaya pemilih terhadap janji-janji pasangan setelah menjabat sebagai kepala daerah, dapat memicu masyarakat tidak dapat konsisten terhadap pasangan yang akan dipilihnya. Siapa yang dapat memanfaatkan situasi, dialah yang mendapat perolehan suara terbanyak. Seperti halnya pasangan Calon Gubernur Agusrin-Junaidi, dengan adanya program pemberian kompor gas gratis dan hand tracktor membuat pemilih tidak dapat berpikir secara jernih terhadap siapa yang akan dipilih sehinggga pemilih akan cenderung memilih calon yang telah memberikan kuntungan baginya.
Siapapun yang menjadi Kepala Daerah di Daerah ini, semoga bisa mengayomi masyarakat dan bisa membuat berbagai kebijakan yang menguntungkan rakyat Kaur.


Komentar Terbaru